1 menit??



1 menit..
2 menit..
3 menit..
4 menit..
5 menit..
Apa yang menjamin kita masih bisa bernafas paa menit-menit  selanjutnya? Siapakah yang bisa menjamin? Siapa? Apa orang terkaya di duania yang bisa menyewa puluhan hotel? Ataukah para ilmuwan yang bisa membuat karya-karya memukau? Atau malah tidak ada sama sekali?..
Benar, tidaka ada satu makhlukpun yang bisa menjamin hidup kita, sekaya apapun sehebat apaun sepintar apapun itu. Lalu, apa yang harus kita lakukan? Tidak ada, kita hanya makhluk dan mahkluk hanya bisa melakukan hidup nyang telah Allah berikan dengan sebaik-baiknya bukan malah sebiuruk-buruknya.
Apalagi bulan yang kita jalani sekarang adalah rajanya segala bulan, sang bramadhan bulan penuh kebrkahan. Adakah yang bisa menjamin apakah kita masih ada saat menunggu waktu berbuka? Tak ada. Tapi miris memang, jika kita lihat pada zaman sekarang. Mengapa? Banyak sekali anak-anak dimulai dari SD,SMP,SMA dan seterusnya malah menyianyiakan waktunya untuk hal-hal yang menurut mereka baik.
Kita hidup didunia ini, ibaratkan para pengembara, perantau. Hanyalah sekejap mata namun mengapa manusia sering kali melakukan kegiatan-kegiatan yang seolah-olah hidupnselama-lamanya. Dunia adalah persinggahan Karen asebaik-baiknya tempat kembali dalah akhirat.
Miris sangat, saat melihat generasi saat ini, entah mereka faham/tidak/pura-pura tidak merasa paham tentang hakikat hidup yang sesungguhnya jika dunia tidaka akan memberiakn keuntungan melebihi akhirat yang selama-lamanya.
Semoga kita bisa menjadi oerang-orang yang lebih baik dalam bertindak mengarungi samudra kehidupan menuju pelabuhan akhirat sebagai tempat pemberentian terakhir kita, aamiin.

Komentar

  1. betul sekali k....dizaman yg pnub godaan ini masiiih sja lupa akan batasan usia yg bisa kapan sj habis.trmkasih sdh mengingatkan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, sejatinya aku hanya perantara ka, allah lah sang penunjuk utama. Alhamdulillah semoga bisa saling mengingatkan

      Hapus
  2. terima kasih sudah mengingatkan melalui tulisan ini

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Story of heart (sebuah kisah sederhana)

B.e.r.a.t

dunia dalam ramadhan