dunia dalam ramadhan



Arab Saudi


Saat Ramadan, Arab Saudi dipenuhi para peziarah dari dalam maupun luar negeri yang hendak melakukan umrah. Umrah di bulan Ramadan diyakini sebagai pembersihan spiritual. Bagi orang asing yang ingin mengunjungi Arab Saudi selama bulan Ramadan, mereka harus mengikuti beberapa aturan misalnya tidak merokok dan tidak makan dan minum apalagi di tempat umum. Aturan ini diharapkan untuk menghormati umat muslim yang sedang berpuasa. Siwak atau miswak banyak digunakan oleh masyarakat Arab Saudi selama Ramadan dan menggunakannya sebagai alternatif menggantikan sikat gigi menghilangkan bau mulut. 
Mesir 



di Mesir, umat muslim menyambut Ramadan dengan lentera berwarna-warni yang berliku-liku yang melambangkan persatuan dan sukacita. Tradisi penerangan in diyakini telah digunakan untuk menerangi jalan Khalifah Moezz Eddin di Kairo pada tahun 969 Masehi. 

Pakistan

 Pada hari-hari terakhir Ramadan, perempuan dan laki-laki Pakistan berlatih Chaand Raat, sebuah tradisi dimana para perempuang mengenakan pakaian terbaik mereka dan pergi ke pasar untuk membeli gelang dan sepatu yang bagus. Para laki-laki, juga dengan pakaian terbaik mereka, melemparkan kertas ke perempuan-perempuan dengan nomor telepon mereka tertulis di dalamnya. Keluarga muslim di Pakistan juga berkumpul untuk membuat pesta dan menikmati makanan bersama seperti kurma. 

Turki 

Selama Ramadan, masyarakat Turki biasanya memasak makanan tradisional dengan bahan rempah-rempah asli Turki seperti gullac dan pastirma. Namun, buka puasa masyarakat Turki biasanya dimulai dengan sedikit zaitun, kurma, keju Turki, roti pilihan yang biasa disebut pide dan kopi Turki hangat. Menjelang sahur, 2000 penabuh genderang mengenakan pakaian Ottoman akan menyebar menggunakan Davul di seluruh kota Turki untuk membangunkan para muslim yang hendak berpuasa. 


Iran 

Orang-orang utara Iran menyambut Ramadan dengan berpuasa tiga hari sebelum puasa dimulai. Mereka juga memastikan untuk mempraktikkan sebuah tradisi Khatme Al-Anam dimana mereka memastikan membaca surat Al-An’am sebelum makan sahur. Di Azerbaijan Timur, pada Jumat terakhir Ramadan, para wanita dan gadis berkumpul untuk menjahit tas untuk keluarga mereka. Mereka memasukkan sejumlah uang ke dalam tas dan menutupnya hingga Ramadan berikutnya. Mereka percaya bahwa tas itu akan melindungi mereka dari kemiskinan. Adapun orang-orang Selatan Shiraz, pada Jumat terakhir Ramadan, mereka akan pergi ke masjid untuk berdoa. Doa biasanya dihadiri oleh gadis-gadis yang ingin menikah, pasangan yang sudah menikah tetapi belum memiliki anak, dan wanita hamil yang ingin membawa keberuntungan dan kebahagiaan bagi bayi mereka. 


Uni Emirat Arab



 Melansir dari Musafir, dua minggu sebelum Ramadan, masyarakat Uni Emirat Arab biasanya merayakan Haq Laila, yaitu anak-anak berkeliling lingkungan mengumpulkan permen dan kacang-kacangan dalam tas jinjing yang disebut Kharyta. Kuwait Hampir sama dengan Uni Emirat Arab, di Kuwait bel pintu akan berdering pada dua minggu sebelum Ramadan dan perayaan tiga hari dimana anak-anak akan mengetuk pintu rumah tetangga dan bernyanyi serta diberi imbalan permen dan coklat 

Maldives


 Di negeri kepulauan ini, Ramadan disebut sebagai Roadha Mas. Tradisi yang paling menonjol saat Ramadhan yaitu setelah berbuka puasa dimana seorang penyair diminta untuk membacakan Raivari atau puisi terkait Ramadan.


 Lebanon


 Di Lebanon, sebuah meriam akan ditembakkan setiap hari selama bulan Ramadan menandai waktu berbuka puasa. Tradisi ini dikenal sebagai Midfa Al-Iftar. Albania Anggota komunitas muslim Roma dari kekaisaran Ottoman ini mengumumkan awal dan akhir puasa dengan lagu-lagu tradisional. Setiap hari selama bulan Ramadan, orang-orang Albania akan berbaris naik turun di jalan-jalan memainkan lodra, drum silinder buatan sendiri yang dilapisi kulit domba atau kambing. Keluarga muslim akan sering mengundang mereka ke dalam rumah mereka untuk memainkan balada tradisional merayakan awal puasa.

 Maroko 


Saat Ramadan, seorang penjaga kota yang dikenal sebagai nafar akan berkeliling di sekitaran Maroko menggunakan pakaian tradisional gondola, sandal, dan topi. Nafar dipilih oleh penduduk kota untuk menyusuri jalan sambil meniup klakson membangunkan orang untuk sahur.


india


IndiaPenduduk Muslim di India menyebut Ramadan dengan Ramazan. Menjelang bulan itu, para pria akan menghiasi mata mereka dengan kohl (sejenis celak mata). Hal menarik lainnya yang terjadi adalah peningkatan penjualan bihun karena bihun merupakan menu yang sering disuguhkan saat berbuka puasa bersama dengan buah-buahan manis. Muslim India juga senang menikmati ganghui (sejenis sup yang dibuat dari terigu, beras dan potongan daging). Sementara saat sahur, umumnya mereka meminum minuman khusus yang terbuat dari kacang-kacangan dan biji-bijian yang disebut harir. Di Kota Hyderabad atau wilayah Tamil Nadu dan Kerala, umat Muslim biasanya menyantap semacam bubur yang kaya rempah yang bernama haleem atau nonbu kanji.


Rusia


Umat Muslim di Rusia umumnya berpuasa selama 17 jam penuh dan ini merupakan salah satu durasi puasa terlama di dunia. Di Rusia kini terdapat sekitar 8000 masjid dan 20 juta umat Muslim serta dua juta diantaranya tinggal di Kota Moscow. Selain berbuka puasa dengan kurma dan buah-buahan lain, umat Muslim di Rusia juga menyantap makanan berupa roti yang terbuat dari tepung yang diisi berbagai aneka masakan. Jika isinya labu atau keju, maka disebut khingalsh dan jika terbuat dari gandum, maka disebut galnash. Sementara untuk penawar dahaga, biasanya orang memberikan kvass, yaitu sebuah minuman tradisional Rusia non-alkohol yang dihasilkan dari proses fermentasi yang dicampur dengan perasa buah.JermanSebagian besar dari umat Islam di Jerman berasal Turki. Oleh karena itu, atmosfir Turki akan sangat terasa saat Ramadan. 

Tradisi unik saat Ramadan di Jerman

 berupa hadirnya suus(minuman berbahan baku gula hitam), dschellab (gula dan sirup kurma), qamruddin (jus aprikot), qata’ef (kue kering yang direndam sirup gula), dan kalladsch (adonan pilo isi kacang-kacangan).Selain itu, di Jerman juga terdapat kebiasaan bagi lansia dan anak-anak yang akan melaksanakan ibadah puasa pertamanya untuk memeriksakan diri ke dokter terkait kesehatannya sebelum mulai puasa.


 Di Qatar 


selepas berbuka puasa dan salat Maghrib setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Ramadan, berlangsung sebuah festival khusus anak yang bernama Garangaou. Di festival ini anak laki-laki akan tampil dengan baju arab hitam berompi merah bersulam emas. Sementara, anak perempuan akan berbalut pakaian tradisional disdaashas berwarna cerah lengkap dengan ikat kepala bukhnig atau hijab hitam transparan berhias benang emas. Mereka kemudian akan berpawai dan bernyanyi di sepanjang jalan sekaligus berkunjung ke rumah-rumah penduduk untuk meminta permen dan kue.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Story of heart (sebuah kisah sederhana)

B.e.r.a.t