kelamku
Ramadhanku terulang kembali, apakah kamu pernah merasakan kesepian dan pengharapan yang sekaligus menjadi satu? Ataukah hanyab aku saja yang merasakannya? Ini bukanlah tentang cinta antara lawan jenis, bukan pula tentang cinta drama-drama ala korea yang sering diperbincangkan. Ini tentang sendu dalam indahnya pelangi.
Genap 14 tahun sudah, ramadhan ku sendu. Kala hujan ataupun panas yang terbayang olehku sederhana saja, aku hanay ingin merasakan kenyamanan ramadhan. Itu saja, sederhana bukan? Nyatanya impianku, memang hanay mimpi yang hanya bisa hidup dalam khayalku.
Aku, dan sejuta kenangan menyedihkan selalu mebekas dalam ramadhan. Tentang bagaimana sakitnya kehilangan dan betapa indahnay sebauh pengharapan dalam kegelapan. Aku harap kalian yang membaca tulisanku, tak pernah menyianyiakan kehadiran sosok yang sanagt penting dihidup kita. Siapa? Orang tuamu, ingat orang tuamu. Kau tau? Rasa sakitnya saat sepertikju? Harus berpura-pura kuat ditengah kemalangan hati yang menghimpit. Ramadadhan yang benar-benar murni untuk beribadah nyatanya kadang tergores dalam kenagan yang memilukan.
“saat kau terjatuh sadar;ah kau diajarkan untuk bangkit dan berjaung” itulah kata-kata yang selalu membuat diri untuk bangkit daloam kgelapan meskipun harus mengahdapi duri yang melintang.
Ramadhan penuh keberkahan dalam kesunyian.
#30HRDC

pernah tapi duluu
BalasHapusHihi, iya mba
Hapus