tentang sebuah niat pada bulan penuh cahaya
H-2 PUASA
Didalam tulisan ini, saya sedang berada di tempat yang insyaAllah allah muliakan, bersama orang orang yang menghapal qur’an, mendengar sejuknya setiap ayat yang dilantunkan. Membuat diri, kian merasa tenang. Dalam kesunyian ini saya masih berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik tentunya.
Jujur saya merasa ramadhan kali ini, agak special. Mengapa? Karena pada tahun ini umurku genap menjadi kepala 2, dan Alhamdulillah dengan izin allah aku telah menyelesaikan setoran hafalanku meskipun belum bisa menjadi mutqin yang sesungguhnya. Masih dalam tahap memurajaah.
Di ramadhan ini juga, saya merasakan kebingungan yang kian memuncak , ya masih berkutat dalam tempat yang sama management hati. Maaf saya agak melantur kemana-mana, tapi memang sejujurnya saya ingin mengangkat tema tentang ini, management hati.
Tentang bagaiamana caranya keikhlasan dalam beramal, tentang bagaiamana caranya menyikapi sang hati yang selalu dalam kebimbangan, tentang masalah hati yang membuat hampa sebuah ketenangan dalam menjalankan kegiatan. Ya, semua ini, a bout heart.
Dimanakah letak hati-hati para manusia saat ramadhan menghampiri?
Inilah pertanyaan yang sering terbesit dalam hatiku, dikala berpuasa.
Apakah hati itu, hanya ada saat sahur? Atau saat sholat saja? atau malah tidak ada sama sekali? Sungguh miris buikan? Kenyataannya memang begitu kawan.
Apa contohnya? Salah satunya, saat kita berlomba-lomba untuk membeli berbagai takjil berbuka, dengan hati setegar karang rela mengantri-gantri, demi apa/ hanya demi sebungkus makanan. Lalu apa permasalahnnya? Masalahnya adalah.. sadarkah kita diluar sana, banyak sekali anak-anak jalanan yang rela banting tulang hanya demi sesuap nasi. Lalu apa hubungannya dengan kita? Ada kawan, masalahnya adalah pada hatimu, dimana hatimu? Mereka tergolong anak-anak kecil. Aku, kamu melihatnya. namun, acuh tak acuh saat iya sekedar lewat,menawarkan jasa mereka pada kita. Itulah yang saya pertanyakan di awal, management hati yang berantakan.
Yuk benahi hati kita, agar tak sakit. Mari, jalankan ajaran sang baginda rasulullah dengan berbagi, sekecil apapun itu besar manfaatnya bagi mereka.

Masyaallah ada seorang Hafizah di tengah tengah kita. Salam kenal mba. Mari berbenah hati.
BalasHapusAlhamdulillah kaka, semua karena pertolongan allah. Iya salam kenal kembali, main2 ke rumah ku hehehe 😊😊😊
BalasHapus