Stop Body Shaming!!


Istilah bullying dan body shaming kini menjadi isu populer di masyarakat kita. Budaya dan kebiasaan tersebut banyak terjadi di hampir keseharian kita, termasuk memberikan komentar berupa hal-hal yang menjurus pada penghinaan tubuh atau penghinaan fisik. Apalagi di era digital saat ini, perilaku tersebut banyak kita temukan di dunia maya seperti media sosial. Kebiasaan tersebut tampaknya sangat mudah dilakukan oleh manusia sekarang, karena kebebasan dan jumlah ruang-ruang publik yang sangat masif.

Seringkali kita mendengar atau menemukan komentar-komentar berupa kata-kata yang menjurus ke tubuh yang mempermalukan.

“Kok badan kamu gemuk, sih. Makanya, diet dong. ”

“Ih, kok kulit kamu jadi tambah hitam gini sih. Cepet-cepet lulur gih, atau suntik putih sekalian! ”

“Hei, rambutmu kok mengembang banget sih, mirip singa!”

Komentar-komentar serupa seperti hal yang lumrah untuk diberikan pada orang lain. Namun, sadarkah dampak dari penghinaan tersebut? Sadarkah ada sejumlah hati yang tersakiti oleh komentar kita yang menyudutkan itu? Baik itu disengaja atau tidak, penghinaan tubuh tidak seharusnya menjadi hal yang biasa, dan wajar hanya untuk terhubung berbasa-basi.

adalah menghina bentuk tubuh atau fisik juga penampilan seseorang.  Dalam Islam, body shaming jelas dilarang.


Meski demikian, masih banyak sekali Muslim dan Muslimah yang tanpa merasa bersalah melakukan body shaming pada sesamanya sendiri. Bahkan melakukannya sebagai sebuah bahan canda. Mirisnya, aneka acara lawak di stasiun televisi kerap melakukan body shamming sebagai obyek pembicaraan dan bahan lawakan. 

Dunia digital yang makin meruyak kehidupan juga membuat perilaku body shaming bahkan bisa dilakukan oleh orang yang tak saling kenal. Fisik seseorang bisa menjadi hinaan dan dikomentari oleh mereka yang entah berada dibawah adalah menghina bentuk tubuh atau fisik juga penampilan seseorang.  Dalam Islam, body shaming jelas dilarang

Meski demikian, masih banyak sekali Muslim dan Muslimah yang tanpa merasa bersalah melakukan body shaming pada sesamanya sendiri. Bahkan melakukannya sebagai sebuah bahan canda. Mirisnya, aneka acara lawak di stasiun televisi kerap melakukan body shamming sebagai obyek pembicaraan dan bahan lawakan. 

Dunia digital yang makin meruyak kehidupan juga membuat perilaku body shaming bahkan bisa dilakukan oleh orang yang tak saling kenal. Fisik seseorang bisa menjadi hinaan dan dikomentari oleh mereka yang entah berada di mana.Dalam Alquran, Allah SWT melarang kita mengolok-olok dan mengina orang lain. Allah berfirman,

ﻳَﺎﺃّﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﻻَﻳَﺴْﺨَﺮْ ﻗَﻮْﻡُُ ﻣِّﻦ ﻗَﻮْﻡٍ ﻋَﺴَﻰ ﺃَﻥ ﻳَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِّﻨْﻬُﻢْ ﻭَﻻَﻧِﺴَﺂﺀُُ ﻣِّﻦ ﻧِّﺴَﺂﺀٍ ﻋَﺴَﻰ ﺃَﻥ ﻳَﻜُﻦَّ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِّﻨْﻬُﻦَّ ﻭَﻻَﺗَﻠْﻤِﺰُﻭﺍ ﺃَﻧﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﻻَﺗَﻨَﺎﺑَﺰُﻭﺍ ﺑِﺎْﻷَﻟْﻘَﺎﺏِ ﺑِﺌْﺲَ ﺍْﻹِﺳْﻢُ ﺍﻟْﻔُﺴُﻮﻕُ ﺑَﻌْﺪَ ﺍْﻹِﻳﻤَﺎﻥِ ﻭَﻣَﻦ ﻟَّﻢْ ﻳَﺘُﺐْ ﻓَﺄُﻭْﻻَﺋِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤُﻮﻥَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” [Al-Hujurat/49 : 11]


Kamu kok ngemil terus sih? Nggak mau coba diet biar kurusan?” kamu tentu pernah mendengar atau bahkan secara tidak sadar mengucapkannya kepada orang lain. Kamu mungkin berniat baik supaya teman kamu bisa terlihat lebih ramping, singset, dan bertubuh ideal. Namun hati-hati, ini justru pertanda kamu melakukan body shaming, lho! Bagaimanapun, body shaming adalah tindakan buruk yang tanpa disadari bisa mengikis kepercayaan diri seseorang.

Body shaming adalah bullying jenis verbal, lho!

Body shaming adalah perilaku mengkritik atau mengomentari fisik atau tubuh diri sendiri maupun orang lain dengan cara yang negatif. Entah itu mengejek tubuh gendut, kurus, pendek, atau tinggi, sama seperti saat Anda melakukan bullying secara verbal. Bukan cuma bikin minder, korban body shaming umumnya akan menarik diri dari keramaian untuk menenangkan diri

Ciri-ciri melakukan body shaming kepada orang lain, Sering kali tidak disadari, berikut ciri-ciri kamu melakukan body shaming adalah:

1. Menganggap tubuhnya paling gemuk, padahal kenyataannya tidak
Kita mungkin secara tidak sadar sering membanding-bandingkan tubuh sendiri dengan orang lain. Sekurus apa pun perempuan biasanya ia akan selalu merasa paling gemuk di antara teman-temannya. Padahal, kenyataannya tubuhnya terbilang ideal. Kita mungkin mengira bahwa kamu hanya sekedar memberikan informasi penting yang patut dicoba oleh orang lain. Padahal, bisa jadi teman kita malah tersinggung dan menganggap kamu menyuruhnya olahraga karena tubuhnya 

2. Menyuruh orang lain untuk olahraga.
Sudah coba olahraga zumba belum? 
Cobain, deh. Bisa bikin cepat kurus, lho!” Pernah mengatakan hal ini pada orang lain? Jika iya, berarti kita baru saja mengejek fisik orang lain alias melakukan body shaming.

3. Senang membandingkan tubuh orang lain
Salah satu ciri kita melakukan body shaming adalah menganggap tubuh sendiri paling ideal di antara teman-teman. Eits, ini bukan berarti baik karena rasa percaya diri kita sedang meningkat, tapi justru tanda body shaming yang harus dihindari.
Secara tidak sadar, kamu sedang membandingkan tubuh diri sendiri dengan teman lain yang bertubuh gemuk atau kurus daripada kamu. Apalagi sampai menganggap diri kamu telah sukses menjalani hidup sehat, sedangkan yang lain tidak.

4. Mengomentari makanan orang lain. 
“Kamu kok makan junk food? Junk food bikin gemuk, lho! Ganti sayur saja.”

Bahkan, kamu juga mengatakan bahwa makanan tersebut mengandung tinggi kalori dan lemak yang bisa membuat berat badannya naik. Apalagi kalau kamu sampai menyuruhnya diet, hati-hati kamu baru saja melakukan body shaming terhadap teman lho!! .

Sadarkah kita bahwa menghina kondisi fisik seseorang sama artinya kita menghina Sang Pencipta fisik tersebut? Adakah kesalahan yang lebih berat dari menggugat Sang Khalik? Di dalam hinaan tersebut, walaupun didalihkan hanya untuk bercanda, terselip suatu perasaan bahwa kita lebih sempurna dari orang yang kita hina. Perasaan sombong ini tentulah bukan hak manusia. Jadilah pribadi tawadhu dan bijaksana.

Yuk stop body shaming!! ❤❤

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Story of heart (sebuah kisah sederhana)

B.e.r.a.t

dunia dalam ramadhan